Panduan Diet Eliminasi Eczema

 

PANDUAN DIET ELIMINASI & ANJURAN ISI PIRING

Diet eliminasi bertujuan untuk menenangkan peradangan tubuh dengan menghentikan asupan pemicu (trigger) dan menggantinya dengan nutrisi yang mendukung penyembuhan seluler.

1. Daftar Pantangan (Eliminasi Utama)

Selama menjalani program, hindari makanan berikut untuk memberikan waktu bagi organ pencernaan melakukan pemulihan:

  • Toxic Food: Terigu (gluten), susu sapi komersial, gula pasir/kadar gula tinggi, saus botolan, dan makanan Ultra Processed (kemasan/instan).

  • Nasi: Hindari segala jenis nasi (termasuk nasi berwarna) pada fase awal.

  • Biji & Kacang: Termasuk tahu dan tempe (untuk biji/kacang lain, harus melalui proses aktivasi/rendam).

  • Nightshades: Cabai, terong, tomat, dan kentang.

  • Lemak Tertentu: Kelapa dan santan dihentikan selama 30 hari pertama.

  • Protein Tertentu: Telur (hindari selama 1 bulan), ikan air tawar tambak non-organik.

  • Lainnya: Makanan asam, sayuran mentah (selama 1 bulan), serta makanan/minuman fermentasi hingga keluhan pencernaan hilang.

  • Pemicu Histamin: Alpukat, pisang, cokelat, nanas, strawberry, kerang, dan pengawet makanan.


2. Anjuran Isi Piring & Takaran Porsi

Gunakan takaran tangan masing-masing sebagai acuan porsi yang pas:

KategoriAnak-anak (Gunakan Tangan Anak)Dewasa
Sayuran2 Genggam tangan1/2 Isi piring
Karbohidrat1 Genggam tangan1/4 Isi piring
Protein Hewani1 Telapak tangan1 Telapak tangan
Lemak1 Jempol tanganSecukupnya

3. Sumber Nutrisi Pengganti yang Disarankan

  • Karbohidrat Aman: Umbi-umbian (ubi jalar, singkong, talas), sukun, pisang mentah kukus, sorghum aktivasi, nasi oyek singkong, mie lethek singkong, nasi coklat/merah/hitam.

  • Protein Hewani Berkualitas: Ikan laut, ikan air tawar organik, seafood liar, ayam organik/kampung liar, daging sapi grass-fed. Disarankan juga mengonsumsi bagian jeroan sehat seperti hati, kulit, otak, kikil, dan buntut.

  • Sayuran Variatif: Campurkan sayuran berdaun (sawi, kol) dan tidak berdaun (brokoli, kembang kol, gambas, pare, wortel, bit). Pastikan berwarna-warni.


4. Teknik Memasak yang Benar

Kunci nutrisi terjaga adalah pada cara pengolahannya. Hindari menggoreng, membakar, atau memanggang protein hewani.

  • Metode Terbaik: Kukus/steam, rebus dengan rempah (pindang, sop, soto, pepes), atau tumis.

  • Tips Menumis: Tumis bumbunya terlebih dahulu, masukkan air, baru masukkan protein (seperti ayam) yang sudah direbus/dikukus sebelumnya. Hal ini mencegah nutrisi rusak karena suhu minyak yang terlalu panas.


5. Monitoring Mandiri (Food Journal)

Sangat penting untuk mengisi Food Journal 7 Hari secara disiplin. Catat setiap makanan (sarapan, snack, makan siang/malam), asupan air putih, jam BAB, serta Mood dan Kualitas Tidur Anda. Hal ini akan membantu mengevaluasi progres peradangan tubuh Anda.

PANDUAN JADWAL DAN ADAB MAKAN

Mengatur waktu dan urutan makan sangat penting untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan menjaga kestabilan gula darah.

Jadwal Makan Harian

  • Sarapan: Porsi lengkap sesuai anjuran "Isi Piring".

  • Cemilan Pagi: Berbasis Protein Hewani (Prohe) tanpa karbohidrat.

  • Makan Siang: Porsi lengkap sesuai anjuran "Isi Piring".

  • Cemilan Siang: Berbasis Protein Hewani (Prohe) tanpa karbohidrat.

  • Makan Malam: Porsi lengkap sesuai anjuran "Isi Piring".

Urutan Makan yang Benar

Agar enzim bekerja efisien, konsumsi makanan dengan urutan berikut:

  1. Sayuran (habiskan terlebih dahulu).

  2. Protein Hewani.

  3. Karbohidrat (dikonsumsi terakhir).

Tips Nutrisi Tambahan

  • Pemanis Alami: Ganti gula pasir dengan gula aren atau gula kelapa. Madu diperbolehkan sebanyak 1 sdt/hari, dikonsumsi setelah makan.

  • Sumber Lemak Sehat: Gunakan Tallow (lemak sapi), Schmaltz (lemak ayam), Ghee, minyak kelapa, atau avocado oil untuk menumis.

  • Bebas Gluten & Susu: Pastikan seluruh cemilan bebas terigu dan susu komersial.


PANDUAN KEBUTUHAN CAIRAN ANAK (RUMUS DARROW)

Kebutuhan air putih anak dihitung berdasarkan berat badan (BB) untuk memastikan hidrasi seluler yang cukup:

  • BB 0–10 Kg: 100 cc / kg BB.

  • BB 11–20 Kg: 1.000 ml + 50 cc / kg dari selisih BB di atas 10 kg.

  • BB >20 Kg: 1.500 ml + 20 cc / kg dari selisih BB di atas 20 kg.

Contoh: Anak dengan BB 15 kg membutuhkan: $1.000 \text{ ml} + (50 \text{ ml} \times 5 \text{ kg}) = 1.250 \text{ ml}$ air per hari.


PERAWATAN FISIK DAN ALAT MASAK

Skin Brushing pada Anak

Lakukan skin brushing setiap kali mandi menggunakan loofah (gambas kering) dan sabun alami (sabun zaitun).

  • Manfaat: Mengangkat sel kulit mati dan membantu melancarkan peredaran limfatik untuk membuang toksin dari dalam tubuh.

  • Cara: Tuangkan sabun cair alami pada loofah, gosok lembut ke seluruh tubuh anak seperti menyabuni biasa.

Dapur Non-Toksik

Hindari penggunaan alat masak berbahan aluminium dan teflon karena risiko pelepasan zat kimia berbahaya. Gunakan alat masak aman (non-toxic cookware) berikut:

  • Iron cast (besi tuang).

  • Kaca atau tanah liat.

  • Stainless steel.



Komentar

Postingan Populer