Eczema-Kelainan Kulit
KATEGORI 1: KELAINAN KULIT UMUM
1. Xerosis (Kulit Sangat Kering)
Kondisi ini mencakup keluhan gatal-gatal, eczema craquele/asteatotic eczema, dan dessication dermatitis.
Gejala Utama: Tekstur kulit menjadi kasar, terjadi penebalan stratum korneum (lapisan terluar), gatal, dan bercelah. Jika dibiarkan kronis, dapat memicu peradangan dan infeksi.
Defisiensi Nutrisi: Kurang asam lemak esensial (EFA), Zinc, serta Vitamin A, C, dan B.
Faktor Pemicu Lingkungan: Paparan radiasi UV, iritasi deterjen berbahan kimia keras, klorin/pemutih, kelembaban udara yang rendah, atau terlalu lama berendam di air.
Kondisi Medis Terkait: Peningkatan produksi kelenjar lemak, hyaluronic acid, dan ceramide. Sering terjadi pada penderita hipertiroid, uremia (kadar ureum darah tinggi), Whipple's disease (infeksi bakteri pencernaan dan sendi), alergi gluten (celiac disease), serta acrodermatitis enteropathica (gangguan penyerapan zinc).
2. Follicular Hyperkeratosis Pilari
Defisiensi Nutrisi: Kurang EFA, Zinc, Vitamin A (phrynoderma), dan Vitamin B.
Kondisi Medis Terkait: Whipple's disease dan celiac disease.
Faktor Genetik: Diturunkan lewat pola genetik autosomal-dominant (mutasi gen KRT86 dan KRT81). Hal ini menyebabkan keratosis pilaris kronis dan rambut mudah rapuh sejak lahir (biasanya terbatas di area kepala, alis, dan bulu mata).
Kondisi Menyertai: Sering muncul bersamaan dengan Leukonychia (garis putih pada kuku) dan koilonychia (kuku mencekung seperti sendok akibat kekurangan zat besi).
3. Dermatitis Seboroik
Gejala Utama: Muncul kerak kering menyerupai ketombe, rambut rontok di area yang terdampak, terasa gatal, berminyak, dan keraknya lama-kelamaan akan mengelupas.
Defisiensi Nutrisi: Kurang EFA, Zinc, Vitamin A, B2 (Riboflavin), B3 (Niacin), B6 (Pyridoxine), Biotin, dan Folat.
Faktor Pemicu (Obat): Reaksi akibat konsumsi obat tertentu seperti auranofin, buspirone, chlorpromazine, cimetidine, griseofulvin, haloperidol, lithium, methyldopa, atau psoralen.
Kondisi Medis Terkait: Mild psoriasis vulgaris, infeksi jamur (Malassezia furfur), ptyriasis versicolor (panu), sifilis, acrodermatitis enterohepatica, gluconoma syndrome, Leiner's disease, pellagra, penyakit ginjal kronis, penyakit liver, alkoholisme, hipertiroid, dan alergi makanan.
4. Eczematous Rash (Ruam Eksim)
Defisiensi Nutrisi: Kurang EFA, Vitamin A, D, E, dan tidak adekuatnya kofaktor enzim saat sistem imun sedang tidak seimbang.
Faktor Pemicu Alergi (IgE): Reaksi terhadap makanan seperti telur, kacang tanah, susu, ikan, kedelai, atau gandum.
Kondisi Lingkungan & Infeksi: Infeksi sekunder oleh bakteri Staphylococcus sp atau jamur Trychophyton. Bisa juga dipicu oleh stres emosional, kelembaban udara yang rendah, iritasi make up, lingkungan kotor, atau over washing (terlalu sering mencuci tangan dengan sabun pH basa yang membunuh flora normal kulit, seperti fenomena saat era pandemi).
KATEGORI 2: KELAINAN KULIT BERDASARKAN WARNA
1. Acanthosis Nigricans
Kondisi di mana kulit menggelap dan menebal, biasanya terjadi di area lipatan tubuh.
Kaitan Nutrisi: Dipicu oleh keluarnya glukosa dan Vitamin B3 (Niacin) ke bawah kulit, yang sangat erat kaitannya dengan kondisi resistensi insulin.
Kondisi Terkait: Obesitas, penggunaan obat steroid, Diabetes mellitus, pinealoma (kanker kelenjar pineal), hiperandrogen, akromegali, Cushing's disease, hipotiroid, Addison's disease, Prader-willi syndrome, dan berbagai jenis keganasan atau kanker.
2. Ecchymosis (Hematoma/Lebam)
Merupakan istilah medis untuk lebam atau memar di bawah kulit. Berdasarkan ukuran diameternya, hematoma terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Ptechiae: Lebam sangat kecil berdiameter kurang dari 0,3 cm (biasa ditemukan pada tanda-tanda Demam Berdarah).
Purpura: Lebam berukuran sedang dengan diameter 0,4 hingga 1 cm.
Ekimosis: Lebam berukuran besar dengan diameter lebih dari 1 cm.
Defisiensi Nutrisi Terkait: Kekurangan Vitamin C dan Vitamin K.
Kondisi Medis Terkait: Alkoholisme, scurvy (penyakit skorbut), sindrom malabsorpsi, penyakit liver, bleeding disorder (gangguan pendarahan), dan kelainan trombosis.
3. Hyperpigmentation (Area Terpapar Matahari)
Terbagi menjadi 3 tipe utama:
Melasma: Akibat paparan sinar matahari yang tidak bisa dikompensasi dan faktor hormonal.
Freckles & Sun Damage: Murni akibat paparan sinar matahari berlebih.
PIH (Post-Inflammatory Hyperpigmentation): Akibat bekas luka, jerawat, atau peradangan.
Defisiensi Nutrisi: Menurut Functional Nutrition, hiperpigmentasi juga bisa dipicu oleh kekurangan protein, Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B9 (Folat), dan Vitamin B12.
Kondisi Terkait: Hipertiroid, peminum alkohol, Kwashiorkor (busung lapar pada anak), Pellagra, Porphyria (gangguan akumulasi porfirin dalam darah), dan reaksi alergi obat.
KATEGORI 3: KELAINAN KULIT BERDASARKAN LESI
1. Acne Vulgaris (Jerawat)
Defisiensi Nutrisi: Kurang asam lemak esensial (lemak sehat), Zinc, Selenium, serta Vitamin A, E, B6, C, dan B5.
Kondisi Terkait: Intestinal dysbiosis (ketidakseimbangan probiotik baik di usus), Iododerma (keluarnya mineral yodium di kulit), Chloracne (akibat paparan dioksin pada kulit), dan pengeluaran Vitamin A berlebih pada kulit.
2. Keratosis Actinic
Bercak kasar dan bersisik pada kulit akibat paparan sinar matahari selama bertahun-tahun.
Kaitan Medis & Pemicu: Paparan sinar matahari berlebih, konsumsi bahan/obat penekan imunitas (imunosupresan), dan mutasi gen P53.
Kondisi Terkait: Bowen's disease, Kanker sel basal, Squamous cell carcinoma, Keratosis seboroik, Lentigo, dan Discoid lupus.
3. Keratosis Arsenical
Kaitan Nutrisi: Kegagalan proses detoksifikasi zat arsenik oleh liver (baik fase 1 maupun 2) karena kurangnya faktor metilasi dan nutrisi pendukung. Proses detoksifikasi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang tepat.
Kondisi Terkait: Keracunan arsenik dan Bowen's disease.
4. Keratosis Seboroik
Wujudnya menyerupai kutil yang berukuran lebih besar dari skin tag biasa.
Kondisi Terkait: Paparan radiasi dan terjadinya peningkatan polimorfisme Gen VDR (Vitamin D Receptor Taq1 SNP).
KATEGORI 4: KANKER KULIT
1. Karsinoma Sel Basal (Tumor Ganas)
Jenis kanker kulit ini dimulai pada sel basal (sel yang berfungsi menghasilkan kulit baru). Kanker ini biasanya berkembang di area yang sering terpapar matahari (kepala dan leher), meski kadang bisa muncul di area tertutup seperti alat kelamin.
Ciri-ciri Lesi/Perubahan Kulit:
Benjolan mengkilap/tembus cahaya (terlihat putih mutiara atau merah muda pada kulit terang, dan coklat/hitam mengkilap pada kulit gelap).
Pembuluh darah kecil mungkin terlihat di sekitar benjolan.
Benjolan bisa berdarah dan membentuk keropeng.
Lesi berwarna coklat, hitam, atau biru dengan bintik-bintik gelap yang agak menonjol.
Bercak bersisik datar dengan tepi terangkat yang makin lama makin membesar.
Lesi putih licin menyerupai lilin atau bekas luka tanpa batas yang jelas.
2. Squamous Cell Carcinoma (Karsinoma Sel Skuamosa)
Kanker ini tumbuh di lapisan tengah dan luar kulit (sel skuamosa). Sering terjadi di kulit kepala, punggung tangan, telinga, bibir, bagian dalam mulut, telapak kaki, atau alat kelamin.
Ciri-ciri Lesi: Benjolan merah yang keras, luka datar dengan kerak bersisik, area luka baru yang muncul di atas bekas luka/bisul lama, bercak kasar bersisik di bibir yang dapat menjadi luka terbuka, bercak kasar di dalam mulut, atau luka menonjol mirip kutil di area anus/genital.
3. Melanoma Maligna
Ini adalah jenis kanker kulit yang sangat ganas, terbentuk dari melanosit (sel penghasil pigmen). Wujud awalnya mirip tahi lalat biasa, namun memiliki karakteristik khusus.
Ciri-ciri Tahi Lalat Berbahaya (Aturan ABCDE):
Bentuknya asimetris (tidak beraturan).
Tepinya tidak teratur atau tidak rata (batasnya tidak tegas).
Memiliki lebih dari 2 warna yang tidak seragam.
Diameternya besar (biasanya lebih dari 6 mm).
Ukurannya bertambah dan berubah dengan cepat.
Defisiensi Nutrisi Terkait: Kekurangan Vitamin A, C, D, E, dan multifaktor lainnya.
Tindakan Pencegahan: Jika Anda memiliki tahi lalat yang tiba-tiba membesar, permukaannya tidak rata, atau berubah warna, segera periksakan ke dokter ahli. Ikuti prosedur medis yang disarankan dan dukung dengan perbaikan pola hidup, pola makan, dan manajemen stres (menyehatkan hati) agar tubuh kembali seimbang.
Komentar