M2S LV 2 Akhlaq Mulia Sabar dan Tahan Uji

Akhlaq Mulia: Sabar dan Tahan Uji

Sesi 2: Iman kepada Allah

Tauhid Rububiyyah (Tauhid Ketuhanan)

Allah menciptakan segala sesuatu dan memeliharanya (QS. Az-Zumar: 62).
“Segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi serta mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang kafir mempersekutukan-Nya” (QS. Al-An’am: 1).

Tauhid Uluhiyyah (Tauhid Ibadah)

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?’ mereka akan menjawab, ‘Allah’. Mengapa mereka disesatkan?” (QS. Al-Ankabut: 61).
“Kenapa mereka menyembah banyak Tuhan? Sesungguhnya ini adalah hal yang mengherankan.” (QS. Sad: 5).

Tauhid Asma wa Sifat

“Dia Tuhan Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas 'Arsy” (QS. Thaha: 5).
“Maha Suci Tuhan yang memiliki langit dan bumi, Tuhan yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu” (QS. Az-Zukhruf: 82).


Pengertian Akhlaq

Akhlaq merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, yang berarti karakter (al-sajiyyah) atau tabiat (at-thabiah).

Akhlaq = kondisi jiwa yang mendalam yang menghasilkan perbuatan baik atau buruk tanpa perlu pertimbangan rasional (Al-Mu’jam al-Wasith, 1/252; At-Ta’rifat lil Jurjani, 136).
Akhlaq = kekuatan naluriah yang membangkitkan perilaku atau perilaku lahiriyah itu sendiri (Mausu’ah Al-Mafahim Al-Islamiyah, h. 10).

Akhlaq adalah perintah syara’
Seorang Muslim wajib mengamalkan akhlaq karena perintah syara’, bukan karena dianggap bermanfaat oleh manusia. Misalnya, kita jujur karena Allah memerintahkan kita untuk jujur, bukan karena jujur dihargai manusia.


Sabar sebagai Akhlaq yang Diperintahkan

Sabda Nabi SAW:
“Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun kamu berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus dosa, dan berakhlaq baiklah kepada manusia” (HR. Tirmidzi).

Sabar adalah akhlaq yang diperintahkan, dan jika seorang Muslim bersabar bukan karena perintah syara’, maka ia tidak akan mendapat pahala. Kaidah fiqh: “Tidak ada pahala kecuali dengan niat.”


Hadist Qudsi tentang Rahmat Allah

“Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku” (HR. Bukhari, HR. Turmudzi).
Maknanya, rahmat Allah lebih mendalam daripada amarah-Nya, karena rahmat merupakan sifat kesempurnaan yang selalu ada pada Dzat-Nya, sementara amarah bergantung pada amal manusia.

Al-Qashthalani dalam Bad’i Al-Khalqi menyatakan, bahwa semua makhluk memperoleh bagian dari rahmat Allah tanpa melalui ketaatan, sedangkan murka-Nya hanya ditimpakan kepada yang melanggar hukum-Nya.


Sabar dan Tahan Uji

Allah mengingatkan dalam QS. Lukman: 17:
“Wahai anakku, dirikanlah shalat, ajaklah kepada kebaikan, cegahlah kemungkaran, dan bersabarlah atas segala ujian. Sesungguhnya itu adalah kewajiban dari Allah.”

Beberapa ayat lainnya tentang sabar:

  • QS. Al-Baqarah 155-157: “Kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.”
  • QS. An-Nahl 96: “Apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari yang telah mereka kerjakan.”
  • QS. Az-Zumar 10: “Hanya orang-orang yang sabar yang akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
  • QS. As-Syura 43: “Namun orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan ini adalah yang paling utama.”
  • QS. Ibrahim 12: “Kami akan bersabar atas gangguan-gangguan yang kamu lakukan, hanya kepada Allah kami bertawakal.”

Pahala bagi Orang yang Sabar

Sabar adalah cahaya (HR. Muslim).
“Barang siapa menjaga diri (iffah), Allah akan menjaganya; barang siapa merasa cukup, Allah akan mencukupinya; barang siapa bersabar, Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Tidak ada pemberian yang lebih baik dan berharga daripada kesabaran” (HR. Bukhari, HR. Muslim).

Hadist lainnya:
“Menakjubkan keadaan seorang mukmin, seluruh urusannya baik. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, itu baik baginya. Jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar, itu pun baik baginya” (HR. Muslim).


Dalil Qadha dan Qadar

  • QS. Ali Imran 145: “Setiap umat memiliki waktu yang telah ditentukan, dan ketika waktunya tiba, mereka tidak dapat mengundurkannya atau memajukannya.”
  • QS. Saba’ 3: “Hari kiamat pasti datang, tidak ada yang tersembunyi dari Allah, meskipun sebesar zarrah.”
  • QS. Al-An’am 60: “Dia menidurkan kamu di malam hari dan mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari.”

Ridha terhadap Qadha Allah SWT

  • QS. Al-Hadid 22: “Tidak ada bencana yang menimpa di bumi maupun pada dirimu melainkan sudah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh).”
  • QS. At-Taubah 51: “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah.”

Melatih Diri Menjadi Pribadi Sabar dan Tahan Uji

  • Iman yang kokoh
  • Sabar menempuh ikhtiar dan proses
  • Tsiqoh bi wa’dillah (percaya pada janji Allah)
  • Doa sebagai senjata
  • Tawakkal tak pernah berhenti
  • Istighfar dan senantiasa memperbaiki diri

Komentar

Postingan Populer